Masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan pohon bambu. Pada era sebelum kemerdekaan, pohon ini identik dengan senjata khas rakyat Indonesia, yaitu Bambu Runcing. Tanaman yang memiliki nama ilmiah Bambusoideae dalam kaitannya dengan sumber daya alam maupun sumber daya manusia juga memiliki banyak manfaat. Dalam hal ini, 3 BKD Bidang Konservasi di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi yaitu Sumberarum, Sumber Bulu, dan Sragi menambah pembibibatan pohon bambu dalam rangka melakukan Program Konservasi Perlindungan Daerah Aliran Sungai (DAS).
Penambahan pembibitan pohon bambu tersebut berasal dari inisiatif anggota BKD sendiri. Bibit pohon bambu didapat dari hutan yang letaknya tidak jauh dari pemukiman masyarakat dan proses pembibitannya dilakukan di Rumah Pembibitan yang tersebar di Desa Sumberarum, Sumber Bulu, dan Sragi. Dengan pengetahuan dan pengalaman yang cukup, anggota BKD melakukan proses pembibitan dengan baik.
Pemilihan pohon bambu untuk menambah jenis pohon konservasi karena berdasarkan beberapa sumber bahwa pohon bambu bagus untuk kegiatan konservasi. Dikutip dari situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pohon bambu termasuk dalam kategori tanaman keras yang mempunyai nilai ekonomis dan ekologis untuk memulihakn ekosistem kawasan hulu. Kemudian pohon bambu merupakan tanaman yang mampu tumbuh dengan cepat, memproduksi lebih banyak oksigen dari pada jenis tumbuhan lain, memiliki nilai ekonomis dalam berbagai hal, rebung atau bambu muda dapat dijadikan bahan makanan, tempat berlindung atau rumah bagi beberapa jenis hewan, memiliki akar yang kuat, dan dapat tumbuh sangat panjang dan berumur lama.
Pembibitan pohon bambu ini menambah jenis bibit lain yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu pohon alpukat, durian, sukun, dan jambe yang semuanya merupakan tumbujan yang bagus untuk konservasi khususnya di bagian hulu sungai. Berdasarkan hal tersebut, sekaligus mempertimbangkan kelestarian dan kegunaannya di masa depan pembibitan pohon bambu adalah langkah yang potensial. Bibit- bibit pohon yang telah dikembangkan telah mulai ditanam di Daerah Airan Sungai (DAS) Badeng, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi sejak Bulan Agustus tahun 2021 lalu dan akan terus berlanjut sampai 10.000 pohon tertanam.
Tag : konservasi DAS Songgon Banyuwangi Sumberarum Sumber Bulu Sragi Bambu