Proses pendampingan kepada kelompok usaha Desa Benelan Kidul terus berlanjut. Selasa (2/8/2022) PPM Paradigma menyelenggarakan Workshop Penyusunan Analisa Usaha kepada kelompok usaha pemuda Desa Benelan Kidul dalam rangka menemukan rekomendasi bersama. Kegiatan ini adalah kelanjutan dari rangkaian program CSR PT Tirta Investama (AQUA Banyuwangi) dalam Program ECODEV.
Kegiatan workshop ini berlangsung di Balai Desa Benelan Kidul, Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi yang dihadiri oleh seluruh kelompok usaha yang dibina, antara lain usaha maggot, budidaya ikan air tawar, toge, coffe shop, dan keripik singkong. Jumlah anggota kelompok usaha yang hadir sebanyak kurang lebih 25 pemuda.
Wawan Kuswanto, selaku fasilitator menjelaskan bahwa workshop analisa usaha adalah ruang untuk masing- masing kelompok usaha mempresentasikan rencana usahanya masing- masing berdasarkan pilar analisa usaha.
"Kita sebelumnya kan sudah melakukan pelatihan dan pendampingan, baik melalui kumpul atau rapat maupun pendampingan secara personal dalam forum yang santai. Teman- teman sudah dibekali menganalisis usaha menggunakan SWOT, menghitung biaya produksi, sampai pemasaran. Maka dari itu di malam hari ini teman- teman yang lebih banyak menjelaskan ide usahanya" ujar Wawan Kuswanto.
Tepat pada pukul 19.30 WIB tiap kelompok mulai mempresentasikan rencana usahanya. Dimulai dari rencana usaha coffe shop yang menjelaskan bahwa ide usaha ini muncul karena mengikuti tren anak muda yang suka nongkrong dan diskusi dan kopi merupakan minuman wajib bagi mereka. Apalagi ditambah view pada pasar desa yang bagus.
Dengan secarik kertas yang berisikan rencana usaha, kelompok usaha pemuda ini dengan lantang mempresentasikan rencana usahanya.
Presentasi rencana usaha pemuda Desa Benelan Kidul terus berlanjut. Semangat hari kemerdekaan tampaknya juga telah merasuki kelompok pemuda ini. Kelompok usaha toge menjelaskan gambaran produksi toge yang mudah tetapi omzetnya luar biasa dengan penuh semangat. Begitu pula kelompok usaha maggot yang dengan bangga menjelaskan rencana usahanya yang sangat berguna bagi ekonomi dan sosial masyarakat.
"Usaha maggot merupakan bidang usaha yang menarik karena jika dilakukan dengan baik, modalnya bisa gratis yaitu dari sampah. Pasarnya pun sangat luas, apalagi jika maggot dijual dalam keadaan kering. Bisa untung 50 - 100%", kata Yuli perwakilan dari kelompok usaha maggot.
Setelah semua kelompok usaha mempresentasikan rencana usahanya, Wawan Kuswanto memberikan rekomendasi untuk masing- masing kelompok usaha. Dengan pendampingan yang tetap akan terus dilakukan sampai usaha tersebut berjalan dari dan oleh kelompok usaha itu sendiri.
Tag : AQUA PT Tirta Investama AQUA Banyuwangi CSR Banyuwangi IPPGB Usaha Analisa Usaha Singojuruh Sehat AQUA

