Bentuk nyata komitmen PT Tirta Investama - Pabrik AQUA Banyuwangi dalam menekan angka stunting di Desa Benelan Kidul terus digalakkan. Pasca dilakukannya pelatihan pentingnya gizi, kesehatan lingkungan dan pola asuh anak, kini AQUA menggelar prelatihan isi piringku di seluruh dusun Desa Benelan Kidul, Kecamatan Singojuruh, Kabupaten Banyuwangi.
Program isi piringku adalah pedoman agar masyarakat memahai kebutuhan makanan sehat dengan gizi seimbang dalam satu piring. Program ini juga telah mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi karena telah membantu pemerintah untuk mencegah dan menurunkan stunting (Harian Republika Online).
AQUA menggelar pelatihan isi piringku ini dengan berbagai alat peraga dan permainan. Masyarakat yang hadir seluruhnya adalah ibu - ibu dan remaja usia produktif Desa Benelan Kidul. Mereka diajak banyak bergerak dan mempraktikkan implementasi isi piringku dengan benar.
Project Manajer WASH - PPM Paradigma yang merupakan mitra AQUA Banyuwangi menjelaskan pelatihan isi piringku ini adalah keberlanjutan dari pelatihan - pelatihan pencegahan stunting sebelumnya dengan metode hasil kolaborasi dengan Puskesmas, Bidan Desa, dan PKK Kader Kesehatan berdasarkan modul dan referensi terkait lainnya.
"Pasca dilakukannya pelatihan pola asuh bulan kemarin, keberlanjutan dari kegiatan tersebut adalah pelatihan isi piringku. Kami mendesain kegiatan ini dengan 30% materi, 70% praktik dengan harapan masyarakat lebih enjoy dan mudah memahami pengetahuan yang diberikan", ucap Agus Nur Fahmi selaku Project Manajer WASH.
Selama pelatihan yang dilangsungkan pada tanggal 8 - 9 September 2023 ini, fasilitator yang merupakan ahli gizi dari puskesmas dan bidan desa menjelaskan asupan makanan dan gizi yang pas sesuai dengan volume perut bayi tiap usia, kandungan gizi yang baik dari makanan rumahan didapat dari makanan apa, pentingnya seribu HPK, makanan bayi MPASI, PMBA, sampai pada komposisi isi piringku, dan lain sebagainya.
Masyarakat diajak untuk bermain dadu kandungan gizi, praktik membuat makanan di usia bayi 6 - 8 bulan, 9 - 12 bulan, dan 13 - 23 bulan, dilihatkan makanan rumahan yang memiliki gizi paling banyak. Mereka dengan kompak menghaluskan makanan dengan diulek melalui saringan, mencacah makanan, hingga mempaltiing makanan secantik mungkin.
Pengetahuan yang diberikan dalam pelatihan ini semuanya diperagakan dengan baik oleh masyarakat. Meraka dengan penuh semangat, tawa, dan kebersamaan mengikuti arahan yang diberikan.
"Kita beri pengetahuan masyarakat kebutuhan makanan yang pas khususnya di 1000 HPK. Ketika bayi 1 hari ukuran lambungnya hanya sebesar kelereng sehingga asi yang diberikan pasti cukup, sampai edukasi di usia 2 tahun. Hal ini sangat penting, karena di desa kerap kali para ibu tidak paham, mulai dari katanya asinya hanya keluar sedikit, sudah diberi makanan lain sebelum usia 6 bulan, kandungan zat besi pada makanan yang sebetulnya murah meriah, dan sebagainya. Kita sangat terbantu dengan program AQUA karena bisa mendekatkan edukasi ke masyarakat sekaligus media pendampingan dan konsultasi", sambung Heny Wulandari Bidan Desa Benelan Kidul.
Edukasi isi piringku ini mampu memberi dampak dan tambahan pengetahuan bagi masyarakat, yang sebelumnya jarang sekali ada pelatihan yang dikemas semenarik yang dilakukan AQUA ini.
"Alhamdulillah kegiatannya sangat bermanfaat. Tadi belajar gizi dalam makanan, 1000 HPK, praktik membuat makanan sesuai usia bayi. Saya sangat senang ada edukasi ini, sehingga saya bisa mempraktikkannya di rumah. Semoga kegiatan yang bermanfaat ini bisa terus berlanjut", kata Yeni salah satu ibu yang hadir dari Dusun Cawang.
Program isi piringku ini akan terus dilangsungkan di seluruh dusun Desa Benelan Kidul selama Bulan September. Tetap dengan konten kegiatan yang menarik dan menyenangkan.
Tag : AQUA AQUA Banyuwangi PT Tirta Investama Kabupaten Banyuwangi Isi Piringku Stunting Pencegahan Stunting Benelan Kidul Singojuruh


