PPM Paradigma – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Lembaga PPM Paradigma diundang dalam acara CAMP PEMUDA yang bertemakan Pemuda Berdedikasi, Melatih Rasa Peduli, Bersatu untuk Konservasi oleh Komunitas Semut Gunung Indonesia. Kegiatan tersebut berlangsung di Hutan Pinus Songgon pada 30 – 31 Oktober 2021.
Maksud dari undangan tersebut, PPM Paradigma diberi kesempatan untuk membekali para peserta terkait konservasi berdasarkan pengalaman organisasi yang telah dilakukan. PPM Paradigma diwakili oleh Direktur sekaligus Penggerak Gusdurian Kabupaten Banyuwangi, Lukman Hadi dan Program Manager Sekaligus Penasehat SBMI Nasional Wawan Kuswanto
Di bawah rumah pohon pinus, PPM Paradigma menjelaskan arti penting konservasi yang bermanfaat bagi kehidupan di bumi maupun di akhirat nanti.
“Kegiatan konservasi salah satunya berupa tanam pohon. Karena pentingnya menanam pohon, bila diumpamakan besok kita meninggal maka hari ini tanamlah pohon. Pohon itu akan membawa berkah bagi anak cucumu, sekaligus menjadi saksi akhirat kebaikan semasa hidupmu”. Ujar Lukman Hadi dengan penuh semangat.

Membangun kesadaran pentingnya konservasi sejak dini adalah hal yang wajib dilakukan. Maka dari itu, PPM Paradigma sangat mengapresiasi kegiatan anak muda yang inisiatif, rasa ingin terus belajar, utamanya dalam mendekatkan diri pada alam, yaitu konservasi.
PPM Paradigma juga menjelaskan kegiatan konservasi terdiri dari banyak hal, salah satunya konservasi air. Berkaca pada bencana banjir bandang tahun 2018 di Desa Alas Malang, Singojuruh yang merupakan daerah hilir Sungai Badeng, PPM Paradigma berbagi pengalaman konservasi air melalui kegiatan 10.000 pohon sejak tahun 2020 di sepanjang kawasan hulu Sungai Badeng.
“Menanam pohon di kawasan sungai berfungsi sebagai mengikat tanah agar laju air tidak langsung turun ke sungai. Selain itu akar pohon juga mampu menampung air, mejaga keseimbangan ekosistem sungai, sekaligus bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia”. Sambung Wawan Kuswanto, selaku Program Manager Paradigma.
Pada akhir sesi, PPM Paradigma juga menyampaikan keterlibatan masyarakat lokal dalam konservasi juga tidak kalah penting. Keterlibatan tersebut akan menjadi kekuatan tersendiri karena akan terjadi sharing knowledge sehingga kapasitas sumber daya antar keduanya akan meningkat. PPM Paradigma mengajak para pemuda Semut Gunung Indonesia untuk menjadi pegiat pecinta alam sekaligus manusia yang peka terhadap lingkungan.

Tag : pembekalan pengetahuan konservasi pecinta alam perkumpulan masyarakat paradigma