PPM Paradigma – Ada tambahan wawasan baru bagi Penggiat Konservasi Songgon dalam melakukan kegiatan konservasi. Hal baru tersebut adalah cara mengukur dan menangkar air hujan yang jatuh ke bumi. Kegiatan mengukur air hujan ini akan menunjang kegiatan konservasi yang dilakukan di Kecamatan Songgon. Diketahui bersama bahwa kegiatan konservasi merupakan sebuah program CSR (Corporate Social Responsibility) andalan PT Tirta Investama – Pabrik Banyuwangi yang dilakukan di 3 Desa yaitu Desa Sumberarum, Desa Sumberbulu dan Desa Sragi. Dalam melaksanakan komitmen tersebut, perusahaan menggandeng mitra kerjanya yaitu PPM Paradigma.
Tahun 2023 adalah tahun yang baru untuk mempelajari hal baru. PPM Paradigma bersama penggiat konservasi yaitu BKAD (Badan Kerja Sama Antar Desa) yang terdiri dari 3 Desa (Desa Sumberarum, Desa Sumberbulu, Desa Sragi) melakukan atau mempelajari cara mengukur curah hujan. Alat pengamatan curah hujan ditempatkan di Taman Kehati Raung yang berlokasi Di Dusun Sempol/Sumberasih, Desa Sumberarum Kecamatan Songgon.
Curah hujan adalah jumlah air yang jatuh pada periode tertentu. Pengukurannya dilakukan dengan satuan tinggi diatas permukaan tanah horizontal yang diasumsikan tidak terjadi penguapan atau infiltrasi, run off, atau evaporasi. Tinggi air yang jatuh dinyatakan dalam satuan milimiter. Contohnya adalah curah hujan 1 milimeter merupakan ketinggian air hujan dalam luasan penampung 1 meter persegi. Jika dihitung, maka dalam 1 meter persegi akan terkumpul 1 liter air.

Dalam proses pengukurannya masih dilakukan dengan alat sederhana yaitu alat ombrometer. Ombrometer merupakan alat penakar hujan observatorium non-recording atau dilakukan pengukuran secara manual. Pengukuran curah hujan dilakukan dalam periode waktu 24 jam dan diamati ditiap pukul 07.00 waktu setempat. Cara kerja alat ombrometer yaitu Saat terjadi hujan, air hujan yang tercurah masuk dalam corong penakar. Air yang masuk dalam penakar dialirkan dan terkumpul di dalam tabung penampung. Pada jam-jam pengamatan air hujan yang tertampung diukur dengan menggunakan gelas ukur. Apabila jumlah curah hujan yang tertampung jumlahnya melebihi kapasitas ukur gelas ukur, maka pengukuran dilakukan beberapa kali hingga air hujan yang tertampung dapat terukur semua.
Itulah secara singkat pengetahuan mengenai curah hujan dan alat pengukurnya. Kegiatan ini dilakukan untuk menunjang kegiatan konservasi seperti memvalidasikan nya dengan berapa liter air yang diresapkan dan berapa carbon yang berhasil dikurangi.

Tag : curah hujan alat ombrometer penelitian pengukuran penakar hujan konservasi PT Tirta Investama - Pabrik Banyuwangi PPM Paradigma Banyuwangi