Peningkatan Kapasitas Kader Konservasi AQUA Banyuwangi dalam Monitoring Pohon

Pelaksanaan program konservasi CSR PT Tirta Investama (AQUA Banyuwangi) pada Kawasan Recharge Area di Kecamatan Songgon berjalan dengan kolaborasi berbagai aspek. Mulai dari aspek sosial budaya masyarakat hingga teknologi, secara bertahap mulai dilakukan dengan terukur oleh kader konservasi yang telah dibentuk sejak tahun 2020.

Berdasarkan data, 20.000 pohon telah tertanam di sepanjang kawasan konservasi yang meliputi Daerah Aliran Sungai (DAS) Badeng, Kumbo, dan Gemarang yang secara geografis terletak di Kaki Gunung Raung. Hal tersebut menjadi capaian sekaligus tanggung jawab moril dalam rangka menjaga kelangsungan hidup pohon yang telah ditanam.

Tanggal 9 – 10 Agustus 2022 kemarin, kader konservasi CSR PT Tirta Investama Banyuwangi yang terdiri dari seluruh anggota BKAD Bidang Lingkungan Desa Sragi, Sumberbulu, dan Sumberarum dikunjungi tim Jejak.in yang merupakan platform teknologi monitoring pohon sekaligus mitra kerja Pabrik AQUA di seluruh Indonesia. Dengan pendampingan dari PPM Paradigma, kunjungan tersebut dikemas melalui acara sharing session, pelatihan, dan jelajah wilayah konservasi.

BKAD Bidang Lingkungan yang hadir, sejumlah 20 orang telah siap menerima pelatihan dan duduk di tempat yang telah disediakan. Sambil menyeruput kopi, mereka memperhatikan slide demi slide pelatihan yang ada di layar.

Tim Jejak.in yang diwakili oleh Ega Bella menyampaikan urgensi konservasi sebagai bentuk menebus dosa manusia yang telah mengeluarkan polusi atau emisi.

“Kegiatan sehari - hari kita selalu mengeluarkan sampah, tak terkecuali karbondioksida maupun emisi gas berbahaya dari kendaraan bermotor, asap pabrik, dan lain sebagainya. Secara moral, kita wajib mengganti polusi tersebut dengan oksigen, salah satunya dengan menanam pohon”, ujar wanita asal Ngawi tersebut.

Acara yang berlangsung di Wisata Pinus Songgon pada pukul 09.00 WIB ini, dipenuhi dengan sayup- sayup angin yang berhembus gemulai dari megahnya jajaran pohon pinus.

Bella juga menyampaikan, kewajiban menanam pohon juga perlu diiringi dengan pemeliharaannya. Dalam hal CSR PT Tirta Investama, terdapat SOP penanaman sampai pemeliharaan yang seluruhnya telah terdistribusikan di tiap mitra pabrik di daerah.

Aplikasi Jejak.in digunakan sebagai media untuk mempermudah penanaman sampai monitoring pohon. Penggunaan teknologi terkini juga menjadi nilai tambah upaya konservasi berbasis data.

Sesi pelatihan ini terus berlanjut sampai pembahasan plot wilayah tanam pohon, MoU lahan penanaman, dan upaya percepatan oleh mitra dalam menjalankan tugasnya. Bella menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan konservasi di Banyuwangi sudah cukup baik, tetapi perlu adanya akselerasi dan percepatan dalam menyelesaikan tugas yang belum selesai.

Ketua BKAD Bidang Konservasi, Wahyu yang lebih akrab disapa “Gethuk” mengucapkan terima kasih dan merasa ada peningkatan kapasitas anggota konservasi pada kegiatan ini.

“Perlu kami sampaikan mbak, kami anggkota BKAD Bidang Lingkungan memiliki rumah pembibitan sendiri yang semuanya berasal dari biji pohon yang kami pungut maupun bibit pohon yang kami temukan di hutan. Selain itu langkah stek pohon juga tak luput kami lakukan. Kami berterima kasih atas materi dan pelatihan yang diberikan, sangat bermanfaat bagi kami” ujar Ketua BKAD Bidang Lingkungan.

 Kegiatan yang penuh manfaat ini ditutup dengan sesi diskusi. Seluruh pihak yang hadir antusias dalam menyampaikan pendapatnya. Seperti yang disampaikan oleh Wawan Kuswanto, selaku Program Manager PPM Paradigma. Beliau mengatakan bahwa seluruh SOP Penanaman pohon sudah kami lakukan khususnya di tahun 2022 ini.

“Ada catatan mbak Bella dari kami selaku mitra pabrik Banyuwangi, bahwa kalau wilayah tepi sungai sampai 50 meter ke daratan boleh ditanami maka opsi wilayah tanam kami semakin variatif. Karena sesuai UU wilayah tersebut diatur dan pohon yang ada tidak boleh ditebang. Mungkin bisa mbak Bella diskusikan dengan Pak Arman selaku koordinator dari AQUA Pusat”. Sambung Wawan Kuswanto.

Diskusi yang lain juga saling bersahutan untuk tujuan keberhasilan program bersama. Tepat pada pukul 13.00 WIB kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah dan makan siang di tengah hutan pinus, Wisata Pinus Songgon.

Tag : konservasi emisi karbon carbon offset jejak.in  AQUA Danone paradigma banyuwangi DLH banyuwangi Pemkab Banyuwangi 

Popular Artikel
Semangat Partisipatif Masyarakat Membuat Rorak
Upaya konservasi di Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi sebagai kawasan recharge area, terus diga..
Tahun Kedua Budidaya Maggot Semakin Diminati Masyarakat
Memajukan ekonomi desa tidak lepas kaitannya dengan pemberdayaan masyarakat. Senin (27/9/2021) Lemba..
AQUA Banyuwangi Tambah Fasilitasi Sarana Air Bersih untuk Ratusan Kepala Keluarga
PT. Tirta Investama Pabrik Banyuwangi terus menebar kebermanfaatan bagi masyarakat sekitar melalui p..