PPM Paradigma – Komunitas Semut Gunung Indonesia dalam memperingati hari sumpah pemuda mengadakan acara camp di wisata hutan pinus pada tanggal 30 - 31 Oktober 2021. Sesuai dari tema acara ”Pemuda Berdedikasi, Melatih Rasa Peduli, Bersatu untuk Konservasi", hari minggu (31/10/21) Rimba Wahyu dari BKAD Konservasi sekaligus selaku Pengelola Wisata Hutan Pinus Songgon berserta anggota nya mengajak seluruh peserta kegiatan untuk sadar berkonservasi melalui kegiatan tanam pohon.
Terbangunnya kesadaran para pelaku wisata di wilayah Songgon mengenai konservasi juga merupakan salah satu capaian keberhasilan dari program pemberdayaan masyarakat oleh PPM Paradigma mitra kerja AQUA Banyuwangi. Hal ini dibuktikan di setiap kegiatan wisatawan yang berkunjung selalu diselipkan kegiatan konservasi merawat & menjaga lingkungan.
Kegiatan tanam pohon kali ini dilaksanakan di area Sungai Badeng belakang SMP Negeri 1 Songgon, Desa Sumberbulu. Area tersebut merupakan salah satu area lahan kritis yang sudah dipetakan oleh Paradigma di program konservasi tahun 2021. Perlu diketahui lahan kritis Menurut Kementerian Kehutanan, adalah lahan yang keadaan fisiknya tidak berfungsi secara baik sesuai dengan peruntukannya sebagai media produksi maupun sebagai media tata air.
Maka kegiatan ini merupakan salah satu cara agar lahan kritis sekitaran sungai dapat berfungsi dan subur kembali. Harapannya nanti air yang mengalir dari hulu dapat terserap lebih banyak lagi melalui akar pohon di dalam tanah serta dapat mencegah terjadi nya tanah longsor di pinggiran dan tebing sekitar sungai.

BKAD Konservasi yang terdiri dari 3 Desa (Sumberarum, Sumberbulu dan Sragi) juga memberikan wawasan mengenai pentingnya merawat dan menjaga pohon kepada peserta kegiatan.
“Menanam pohon itu berjuta manfaatnya, selain bermanfaat untuk manusia namun juga bagi lingkungan. Selain menanam, manfaat merawat dan menjaga pohon yang kita lakukan sekarang ini mungkin tidak bisa secara langsung kita rasakan tetapi usaha kita ini akan sangat berguna bagi anak – anak dan cucu – cucu kita kelak di masa depan” ujar Rimba Wahyu selaku ketua BKAD Konservasi sekaligus Pengelola Wisata Hutan Pinus Songgon.
Wawasan pengetahuan mengenai tanam pohon merupakan sebuah bentuk cara untuk memupuk rasa kepedulian kita terhadap lingkungan. Selain itu, wawasan menanam pohon tidak lepas juga dari seberapa pentingnya cara kita merawat dan menjaganya. Tumbuh rasa ingin merawat dan menjaga inilah yang menunjukkan komitmen keseriusan kita dalam hal berkonservasi.
Ada 1500 bibit pohon yang sudah disiapkan dan dibawa untuk ditanam di setiap titik - titik lokasi yang ditentukan. Bibit pohon ini difasilitasi oleh PT Tirta Investama (AQUA Banyuwangi) melalui program konservasi pemberdayaan masyarakat yang bertajuk "Tanam 10.000 Pohon".
Cuaca yang kian dingin dan sedikit mendung, tak dapat menyurutkan rasa semangat dari para peserta kegiatan. Namun justru antusias tinggi dan rasa gembira yang terlihat di ekspresi mereka. Sambil menyusuri sungai dengan aliran airnya yang sangat dingin, juga turut ikut memberikan kehangatan dalam kekompakan kegiatan ini. Harapan kedepan nya melalui kegiatan tanam pohon ini, dapat memberikan teladan dan kesadaran kepada berbagai pihak akan pentingnya merawat serta menjaga lingkungan.

Tag : konservasi tanam pohon sungai badeng songgon banyuwangi semutgunungindonesia BKAD Konservasi Songgon Wisata Hutan Pinus AQUA Banyuwangi Danone Paradigma