PPM Paradigma – salah satu tanggung jawab dari seorang penanam pohon adalah menjaga serta merawat pohon yang telah ditanamnya. Penanam berkewajiban penuh memastikan pohon yang ditanam nya bisa terus hidup sehat dan berkembang dengan sangat baik. Maka dari itu PT Tirta Investama (AQUA Banyuwangi) dalam program konservasi di daerah recharge area Songgon berkomitmen penuh memfasilitasi kegiatan penanaman pohon sampai dengan monitoring dan pemeliharaannya.
Sabtu (25/06/2022) PPM Paradigma sebagai mitra kerja PT Tirta Investama (AQUA Banyuwangi) melakukan sebuah agenda pelatihan cara pemeliharaan pohon dan input data digital di sebuah platform yang bernama “jejak.in”. Pelatihan tersebut dilaksanakan di kafe kalisawah dan dihadiri oleh perwakilan tim BKAD konservasi yang terdiri dari 3 desa yaitu (Desa Sumberarum, Desa Sumberbulu dan Sragi).

Dalam penginputan data digital, PT Tirta Investama yaitu Danone telah bekerja sama dengan sebuah platform startup di bidang lingkungan hidup yang bernama jejak.in. Jejak.in sendiri sudah mengembangkan sistem pengelolaan pohon yang dapat membantu proses pengambilan dan pengolahan data yang terukur, mudah dilaporkan, dan dapat di verifikasi. Singkatnya, jejak.in adalah sistem sensus untuk mengelola pohon dan tanaman. sehingga dengan jejak.in tersebut PT Tirta Investama atau Danone dapat memprediksi dan memperhitungkan jumlah karbon yang bisa diserap di setiap pohon yang ditanamnya.
Selain kegiatan penanaman pohon, jejak.in juga dapat menghitung dan memprediksi berapa banyak liter air yang terserap kembali ke dalam bumi serta juga dapat mengukur suatu keberhasilan program reforestasi dari suatu area yang sudah rusak ekosistemnya.
Agenda Pelatihan dilakukan dengan 2 tahapan yaitu penjelasan mengenai database kegiatan konservasi yang sudah dilakukan mulai tahun 2020. kedua melakukan pengaplikasian secara langsung di lapangan mengenai pemeliharaan pohon dan penginputan data ke dalam jejak.in.

Ada perbedaan khusus dalam hal teknis untuk kegiatan pemeliharaan pohon dan penginputan data di jejak.in. hal yang perlu diperhatikan dalam pemeliharan ialah harus bisa memastikan kondisi pohon mulai program tahun 2020 sampai 2021 berkembang dengan sangat baik dan sehat. Indikator yang ditentukan dalam pemeliharaan tersebut antara lain jenis bibit yang ditanam, lokasi titik tanam, kondisi tanaman yang terdiri dari (tinggi pohon, lebar pohon, diameter batang pohon, warna daun), terakhir PH tanah di area tersebut. Penanam tersebut juga wajib membersihkan area sekitar pohon dari ancaman tanaman dan satwa liar yang dapat mengganggu pertumbuhan dari tanaman tersebut.
Untuk penginputaan data di jejak.in, data yang harus terinput dalam program konservasi AQUA Banyuwangi adalah tanam pohon dan water recharge. Dalam tanam pohon dilakukan penginputan dengan cara sampling data dengan standart yang ditentukan ialah 10% dari total tanam setiap periode nya. Untuk penginputan secara teknis dilapangan, pohon yang ditanam diberi sebuah barcode untuk mengetahui info titik koordinat lokasi dari lokasi bibit pohon tersebut. Setelah itu mengupdate kondisi tanaman serta dokumentasi secara langsung di aplikasi tersebut.
Para peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikut pelatihan pemeliharaan pohon dan input data jejak.in ini. Selain karna memang sudah menjadi tanggung jawab dari mereka sebagai pegiat konservasi, mereka sejak awal juga sudah berkomitmen penuh untuk menjaga alam dan menjaga sumber mata air. Harapannya semoga dengan agenda pelatihan pemeliharan dan monitoring secara digital ini, kegiatan konservasi di daerah recharge Songgon dapat termonitoring dengan baik dan data nya bisa tervalidasi secara akurat.


Tag : Tanam Pohon konservasi konservasi mata air jejakin carbon offset paradigama pemberdayaan masyarakat AQUA Banyuwangi Danone